Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Bag. 2)

Tuesday, December 1st, 2009

بسم الله الرحمن الرحيم

Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Bag. 2)
Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray
(Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
-حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين-

Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir
Muroja’ah : Al-Ustadz Dzulqarnain

[Kirimkan Artikel ini Ke Teman Anda] Kirim Ke Teman

  • Kedua : Muwazanah (Menyebutkan penyimpangan seseorang bersamaan dengan kebaikannya)

Adapun tentang keharusan muwazanah, terkadang dalam ceramah asatidzah WI tidak dengan terang-terangan mengatakan keharusan muwazanah, seperti dengan mengistilahkan tawazun, atau dengan ungkapan Ust. Yusron dalam salah satu kaset ceramahnya, ketika ia menjelaskan firman Allah -Ta’ala- tentang adanya Ahli Kitab yang berkhianat dan ada pula yang amanah. (more…)

Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Muqaddimah)

Wednesday, October 28th, 2009

بسم الله الرحمن الرحيم

Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah?
Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray
(Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
-حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين-

Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir
Muroja’ah : Al-Ustadz Dzulqarnain

[Kirimkan Artikel ini Ke Teman Anda] Kirim Ke Teman

Pada risalah ringkas ini -Insya Allah- saya akan menjelaskan latar belakang kenapa saya keluar dari Wahdah Islamiyah (WI) yang berpusat di Makassar. Dengan harapan, semoga yang sedikit ini bisa menjadi nasehat kepada mereka yang masih setia bersama WI secara khusus, dan kepada kaum Muslimin secara umum. (more…)

Dialog bersama Al-Ustadz H. Jahada Mangka, Lc (Bag 5)

Saturday, May 30th, 2009

"Dialog bersama Al-Ustadz H. Jahada Mangka, Lc."
(Ketua Departemen Kaderisasi Wahdah Islamiyah)

Kekeliruan dan Penyimpangan 5

"Membela Muwazanah dalam Mengeritik Orang "

Penulis : Ustadz Abu Fadhl Abdul Qodir Al-Bugishy
Editor : Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain

  • Membela Muwazanah dalam Mengeritik Orang

Diantara penyimpangan JM, ia membela manhaj muwazanah (menimbang antara kebaikan dan keburukan) ketika mengeritik dan men-tahdzir (memperingatkan) penyimpangan dan kesalahan sebagian orang. Sebab menurut mereka bahwa jika hanya keburukannya saja yang disebutkan, maka ini bukanlah termasuk sikap adil !! (more…)