Home » Posts tagged with » musibah

Bunda, Relakan Kepergian Anakmu

\ \ \

Bunda, Relakan Kepergian Anakmu

Seorang ibu duduk bersimpuh di dalam rumahnya dengan perasaan pecah oleh deraian air mata. Tik…tik…tik, kucuran air mata tidak terasa jatuh satu demi satu. Kepergian putranya ke sisi Allah Pemilik alam semesta. Sang ibu tidak mampu membuka mulutnya, kecuali sepatah-dua kata yang lirih hampir tidak terdengar saat ditanya.

Merenungi Bahasa Musibah

\ \ \ \ \ \ \ \ \

Merenungi Bahasa Musibah

Penulis : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah Musibah demi musibah telah menghantam bumi Nusantara, mulai dari gempa, tsunami, angin puting beliung, longsor, puso (gagal panen), dan berbagai macam jenis musibah yang terus melanda negeri yang tercinta ini. Terakhir, di awal tahun 2013 ini, kita diterpa oleh musibah lain berupa banjir yang menyibukkan, memayahkan, dan memusingkan. […]

Menebar Senyum di Tengah Panasnya Musibah

\ \

Menebar Senyum di Tengah Panasnya Musibah

Senyum adalah sesuatu yang aneh tapi nyata. Walaupun semua orang memiliki bibir tapi belum tentu bisa melakukannya. Terlebih lagi jika sedang marah atau terkena musibah, sehingga wajah yang cantik dan tampan bisa berubah menjadi sangar dan seram. Namun, disana ada tuntunan ilahi yang dapat membuat kita tersenyum walaupun musibah datang melanda. Di saat itulah kita […]

\ \ \

Daurah dan Kajian Buku di Kolaka, Sulawesi Tenggara

InsyaAllah akan diadakan Daurah dan Kajian Buku di Kolaka 1. Uraian Aqidah Imam Asy-Syafi’i 2. Kajian Buku “Renungan Bermakna saat Musibah Melanda Pemateri : Al-Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi Waktu : 7-9 Rabiul Awal 1432 H / 11-13 Februari 2011, Pukul 09.00 WITA – Selesai. Tempat : Masjid Besar At-Taqwa Kolaka, Sulawesi Tenggara Peserta : Umum […]

\ \ \ \ \ \

Kemana Mbah Marijan ?

Gunung Merapi yang selama ini terdiam, kini memuntahkan debu-debu vulkanik dan lahar-lahar beracun beserta zat lain yang berbahaya. Merapi telah meluluhlantahkan harta benda manusia Jogja, menelan banyak korban nyawa, mengacaukan segala kegiatan yang semula terencana. Akhirnya banyak orang yang menjadi yatim, janda, duda, jatuh melarat.