Profil Radio M-Tiga 107.7 FM
Radio Ahlussunnah?? Alhamdulillah ikhwah-ikhwah di Makassar setidaknya dapat bersyukur karena di Kota Daeng ini, ternyata terdapat Radio Ahlussunnah. Radio ini bernama Radio M-3 (dibaca : EM-Tiga). Nama ini singkatan dari Radio Modulasi Muslim Makassar. Radio yang dipancarkan pada frekuensi 107,7 FM ini berdiri sejak Maret 2005, dan satu-satunya radio yang menyiarkan dakwah ahlussunnah kepada kaum muslimin di Kota Makassar. Namun sebenarnya cikal bakal Radio M-3 dirintis oleh beberapa orang ikhwah sejak awal tahun tahun 2002, pada saat itu Radio M-3 dipancar luaskan dari Jalan Rappocini Raya pada frekuensi 91,6 FM. Keberadaan Radio M-3 tidak bertahan lama di Kota Makassar karena pada awal tahun 2003 operasional penyiaran dipindahkan ke Pondok Pesantren Darul Mufassirin Pangkep ( sekitar 50 kilometer dari Makassar). Alhamdulillah ketika memasuki tahun 2005 atas inisiatif beberapa orang ikhwah kembali menggagas pembentukan Radio, guna menyebarkan dakwah Ahlussunnah di Kota Makassar.
Rencana awal, panitia akan membangun pemancar radio dengan daya 500 watt (rencana anggaran Rp 100 juta). Sumber dana pembangunan mengandalkan dari berbagai sumber atau donatur. Seiring dengan waktu berjalan ternyata sampai pada pertengahan tahun 2005 panitia hanya mampu membangun pemancar dengan daya 30 watt (dana yang terkumpul sekitar Rp 11 juta), dengan ketinggian antena 35 Meter. Walaupun kenyataannya ternyata jauh dari rencana awal, setidaknya ikhwah bisa bersyukur karena Radio Ahluusunnah kembali bisa mengudara untuk warga makassar.
Berdasarkan aturan penyiaran, bahwa semua pemancar radio harus terdaftar dalam Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan. Dalam rangka legalitas dan ketaatan pada pemerintah maka Radio yang dibentuk yang kembali menggunakan nama Radio M-3 didaftarkan pada KPID Sul-Sel. Sesuai aturan penyiaran Radio M-3 dikategorikan dalam Radio Komunitas, artinya bahwa radio ini hanya bisa mengudara di gelombang 107 ke atas dengan daya maksimal 50 watt, maka hal ini pun berdampak pada berkurangnya daya pancar siaran. Hingga Radio M-3 beroperasi pada frekuensi 107,7 FM.
Hasil investigasi personel yang bergabung dalam Kru Radio M-3, mendapatkan ternyata radio ini hanya mampu diterima pada radius 3 KM. Berkurangnya daya pancar jika dibandingkan dengan keberadaannya tahun 2002 yang mampu mencover 2/3 Kota Makassar, jelas kemudian berdampak pada semakin kurangnya pendengar radio ini. Sebagai solusi perlu pengembangan radio lebih lanjut dengan alternative-alternatif
1.) Berbenah diri untuk menjadi radio komersil, 2). Mendirikan beberapa pemancar radio komunitas. Khusus untuk alternative kedua hasil survey ikhwah; didaptakan untuk mengcover seluruh wilayah makassar dibutuhkan sekitar 5 titik pemancar radio, dengan konsekwensi masing-masing stasiun radio harus dinaungi oleh satu yayasan yang saling berbeda satu dengan yang lainnya. Kedua alternatif di atas sangat sulit untuk dilakukan saat sekarang ini, disebabkan dana yang diperlukan cukup besar. Maka ikhwah-ikhwah (kru) di Radio M-3 memutuskan untuk memaksimalkan sumber daya yang ada.
Lokasi pemancaran Radio M-3 dipusatkan di sekitar lingkungan kampus dan pondokan Mahasiswa UNHAS dan sekitarnya, tepatnya di BTN Hamsyi Blok E No. 9. Setidaknya ada beberapa alasan yang melatarbelakangi pendirian Radio ini, di sekitar komunitas Mahasiswa.
a. Komunitas mahasiswa yang akan terus berganti populasinya setiap tahun, disebabkan asal daerah mereka yang heterogen (bermacam-macam) dan perputaran mahasiswa baru dan mahasiswa yang sudah tamat. Sehingga diharapkan dakwah ini bisa menyebar ke daerah mereka. Hal ini tentu berbeda jika diterapkan di daerah pemukiman penduduk yang sifatnya permanen.
b. Dengan adanya radio ini setidaknya menjadi alternatif bagi mereka yang memang belum sempat atau belum ada keinginan untuk mengikuti kajian ahlussunnah secara langsung.
Setahun lebih setelah mengudara setidaknya ada manfaat yang bisa dirasakan oleh kaum muslimin di sekitar kampus, semakin merebaknya dakwah alhlussunnah dikalangan masyarakat yang sedikit tidaknya akan memberikan manfaat dan dengan disebarkannya dakwah yang haq akan memberikan manfaat bagi hizbiyun hingga bisa kembali kejalan yang haq yaitu dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah.
Sebagai catatan penting bahwa sejak akhir 2006 untuk sementara Radio M-3 belum bisa mengudara karena stasiun pemancar dalam pembenahan, dan InsyaAllah studio Radio M-3 akan dipancarkan dari Kawasan Masjid Ahli Sunnah dibawah Yayasan Assalafiyah Makassar dengan lokasi sekitar pondokan dan Kampus UNHAS Tamalanrea. (af)
Berikut ini adalah profil lengkap Radio M-3 Makassar :
A. Alamat Radio (lokasi Lama)
BTN Hamsyi Blok E No. 9 Makassar
B. Personil
- Teknisi = 1 orang
- Operator = 3 orang
- Administrasi = 1 orang
NB : Kelima kru diatas biasanya ada yang merangkap lebih dari satu tugas.
C. Penasehat = Seluruh asatidzah dari Ma’had As-Sunnah, Ma’had Darul Mufassirin Pangkep, dan Ma’had Tanwirus Sunnah, Gowa.
D. Kegiatan Siaran Live yang sudah dilakukan
- Siaran Langsung Dauroh Asy-Syaikh Abdullah Al-Mar’ie di Mesjid Al-Markaz Al-Islamy Makassar
- Dauroh Nasional di Yogyakarta via Paltalk.
E. Rencana Program Siaran Terbaru
- Bahasa Arab (siaran langsung)
- Kajian Islam (via CD/kaset dan Siaran Langsung)
- Tanya Jawab seputar masalah-masalah keislaman via telpon.
F. Hambatan
- Belum adanya pengurus tetap
- Lokasi-lokasi radio yang dahulu masih berpindah-pindah
Sumber : Ringkasan wawancara dengan beberapa ikhwah pengelola Radio M-3 Makassar


