Kirimkan artikel 'Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Muqaddimah)' Kepada Teman

Saat ini anda akan mengirimkan artikel berjudul Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Muqaddimah) kepada teman anda. Pastikan data yang anda masukkan sudah benar.

* Wajib Diisi






Gunakan tanda koma untuk memisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Anda dapat mengirimkan maksimal 5 teman untuk sekali kirim.



Gunakan tanda koma untuk memisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Anda dapat mengirimkan maksimal 5 teman untuk sekali kirim.


E-Mail Image Verification

Loading ... Loading ...

13 Responses to “Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Muqaddimah)”

  1. KHADIJAH Says:

    SUBHANALLAH,,,JALAN YANG HAQ PASTI AKAN JELAS, BAGI SIAPA YANG ALLAH KEHENDAKI,,,AMIIN

    Walhamdulillah, anti sudah mulai paham tentang penyimpangan mereka. InsyaAllah anti akan lebih tenang berada dalam ikatan Manhaj Salaf dibandingkan dengan berada dalam ikatan Manhaj Hizby. Lanjutkan ta’lim dengan para asatidzah salafy, tidak usah bingung. InsyaAllah sedikit demi sedikit anti akan tau tentang penyimpangan-penyimpangan mereka.
    Ini sekaligus sebagai tanggapan terhadap beberapa ikhwan dan akhwat dari WI yang sudah mulai ngaji di majelis-majelis asatidzah salafy dan bingung ketika para asatidzah Salafy tidak pernah habis mengupas kerak-kerak penyimpangan mereka. Semoga Allah mudahkan dan memantapkan antum untuk berlepas diri dari mereka.

  2. abu nabilah Says:

    assalamu alaikum…jazakallahu khaeran ya akhi..kini semakin jelaslah talbis mereka…yang pernah kita rasakan bersama…barakallahu fiikum…

    Wa’alaykumussalam warohmatullah. Wafiyka barokallah. Alhamdulillah, antum kader WI (lulusan STIBA) yang sudah rujuk juga ya? Semoga dengan tidak berhentinya para asatidzah salafy mengupas penyimpangan mereka, kita berharap kepada Allah semoga Allah menguatkan mereka (orang-orang yang masih bergabung di Wahdah Islamiyah) untuk menerima kebenaran dan memberikan mereka kesabaran untuk kembali kepada manhaj yang haq ini.

  3. Jalaluddin Says:

    Subhanallah. Semoga saudara-saudara kita di WI dapat menyadari kekeliruannya, dan tidak menutup mata dan hati atas nasehat yang diberikan. Bukankah nasehat itu bukti kepedulian seorang muslim terhadap saudaranya? Teruskan buka syubhat penyimpangan mereka, agar orang-orang yang memiliki hati dapat kembali ke jalan yang benar.

    Jazakallah atas komentarnya. InsyaAllah asatidzah tidak akan berhenti mengungkapkan penyimpangan mereka. Walhamdulilllah, cukup banyak ikhwah dan akhwat kader dari Wahdah Islamiyah yang baru paham tentang penyimpangan mereka setelah tulisan dan ceramah para asatidzah salafy disebarkan via internet. Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran dalam memegang manhaj ini.

  4. Abul Fadhl Budi Says:

    Smg makin bertambah “ust Sofyan Ruray-ust Sofyan Ruray” yg lain. Hidayah di atas sunnah itu mahal harganya.

    InsyaAllah kami menerima tulisan dari para mantan kader Wahdah Islamiyah yang sudah rujuk ke manhaj Salaf. Doakan semoga setelah tulisan ini, kami bisa memuat tulisan dari mantan kader Wahdah Islamiyah selanjutnya. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kesabaran bagi kader Wahdah Islamiyah untuk mempelajari manhaj yang haq ini. Salam buat ikhwah salafiyyin di Gorontalo

  5. Utta Aljihady Says:

    Jazakallohu khoiron…tlah mempublish artikel sperti ini…
    Harapan terbesar kami semoga saudara2 ana seperjuangan dulu di WI bisa segera inshaf ats kekeliruan mereka.. Tidak berkeras hati mencari pembenaran atas segala kekeliruan yg mereka lakukan.. Jika mereka memang mau ikhlas menempuh manhaj salaf mk tidak ada alasan lagi tuk tetap bergabung di dalamnya dan menjadi pembela-pembelanya.. kecuali WI mau rujuk kpd kebenaran..Wallohu ‘alam
    Ana izin copas dan share ke note fb ana.. Insya Allah ana ingin bagikan kpd tman2 ana agr mreka jg bisa merenungi tulisan ini..

    Waiyyaki. Silahkan dicopy.

  6. Abu Ishaq Al Makaassary Says:

    Masya Allah
    Artikel yg sangat bagus…
    Mudah-mudahan saudara2 kita yg masih bersama mereka bisa mendapatkan hidayah kembali ke manhaj yang saliim, Ahlussunnah wal Jama’ah As Salafiyah…
    Barakallahu fiikum…

  7. almakassari Says:

    Klik link http://almakassari.com/artikel-islam/manhaj/mengapa-saya-keluar-dari-wahdah-islamiyah-muqaddimah.html/email/ untuk menyebarkan artikel ini ke teman/sahabat anda.

  8. Hanif Abu Hanif Says:

    Bismillah
    Assalamu’alaikum. Ana ingin sampaikan, salam hangat dari kami untuk Ustadz Sufyan. Terima kasih dan jazakumullahu khairan katsiira atas artikelnya, begitu menggugah. Dan semoga TEMAN-TEMAN Wahdah Islamiyah di seluruh negeri ini berkenan ruju’ ke jalan kebenaran yang jelas, malamnya seperti siangnya, jalannya para Salafush Shalih.Amiin.

  9. Abu Ibrahim Says:

    Bismillah
    Setelah ana baca berita di Tribun Timur http://www.tribun-timur.com/read/artikel/55329 ana jadi tambah ngeri. Kok bisa ya sampai segitu jauhnya WI dari bimbingan salafushshalih, padahal sebagian besar ustadz mereka itu lulusan Universitas Islam Madinah. Ana jadi ingat sewaktu ana masih kerja di unit usaha nya WI, Toko Buku Bursa Ukhuwah, kami dulu dilarang untuk menjual buku terjemahan Madarikun Nazhor nya Syaikh Ramadhan Al-Jazairi, karena kata seorang ustadz kepada kami bahwa dia sudah baca buku aslinya dan dibuku itu Syaikh Ramadhan Al-Jazairi “mencela ulama“, jadi kalo ada ikhwah yang mau beli maka ana harus ke gudang dilantai dua untuk mengambilkan buku tersebut (karena kami tidak memajangnya). padahal buku itu mendapat rekomendasi dari Syaikh Al Albani. setelah ana baca buku itu berulang-ulang, ternyata “ulama” menurut mereka adalah orang-orang yang sepemahaman dengan Salman Al Audah (Seorang Ulama kebanggaan Imam Samudra, Amrozi, Noordin M. Top, dll) dan dialah yang menjadi “ulama” bagi mereka.
    Dulu sewaktu ana dipanggil rapat dikantor pusat YWI, ada seorang ustadz yang “memberikan masukan” kepada kami, “kalo memang buku Laa Tahzan itu yang paling laris sekarang, maka antum pesan lebih banyak” maksudnya agar semakin banyak pemasukan bagi Bursa Ukhuwah. Subhanallah, padahal kita tahu sendiri buku itu tulisannya Aidh al-Qarni yang juga termasuk “ulama” yang dicela oleh Syaikh Ramadhan Al-Jazairi dalam Madarikun Nazhor. tidak seberapa harganya dunia ini dibanding kampung akhirat yang kekal dan abadi. tidak seberapa keuntungan yang kita peroleh dari menjual Laa Tahzan (dan buku-buku sejenisnya) jika dibandingkan dengan kesesatan yang kita sebarluaskan. Semoga Allah Ta’ala melindungi Islam dan Muslimin dari kejelekan mereka, amiin.

    Jazakumullahu khoiran ya Aba Ibrohim. Barokallahu fiykum wa hafidzhakalloh. Semoga orang-orang yang masih di WI dan masih terbuka hatinya kepada kebenaran bisa dimudahkan Allah untuk mengikuti langkah antum bersama ikhwah dan akhwat lainnya yang telah rujuk ke manhaj salaf. Semoga Allah memudahkan mereka menerima kebenaran. InsyaAllah cepat atau lambat Allah yang akan membimbing mereka ke jalan al-haq jika mereka memang ingin konsisten di manhaj salaf.

  10. Abu Muhammad As Sundawy Says:

    Masya Allah..akhirnya terbuka juga borok-borok mereka,dan yang membukanya justru pemimpin tertinggi mereka.. serapat-rapatnya bangkai ditutup dan dipoles sedemikian rupa , pasti akan tetap tercium busuknya! ALLAHU AKBAR!!! semoga Allah menunjuki sebagian saudara2 kita yang memang ikhlas dan tulus dalam mencari kebenaran…

  11. abu dzaki Says:

    walhamdulillah,atas izin Alloh Ta’ala semua kerusakan sedikit demi sedikit mulai tampak dari WI.semoga para ikhwah semua ttp waspada pd sepak terjang WI.AL HAQ TTP AL HAQ yg akan trus diserukan walaupun terasa pahit bagi sebagian manusia.

  12. khadijah ath-thahirah Says:

    assalamu’alaikum,,,,ana ada saran, gimana kalo dibikin lg dauroh tentang WI agar lebih jelas, seperti wkt tahun 2002 lalu..ana suruh teman ana agar buka situs ini, insya Allah dia bisa ambil ilmu,,

    InsyaAllah rencana untuk itu sudah lama ada. Jika bukunya sudah terbit, insyaAllah daurahnya juga akan dilaksanakan. Semoga siapa saja yang membuka website ini bisa mengambil manfaat di dalamnya, walaupun bagi sebagian orang, website ini dianggap sebagai website “gibah”. Namun walhamdulillah dengan izin Allah kader-kader mereka yang dulunya tidak tahu bahkan menuduh kami sebagai pendusta, kini kembali ke manhaj salaf dan berbalik arah mengungkapkan penyimpangan-penyimpangan Wahdah Islamiyah yang pernah mereka dapatkan.

  13. abu zaid amir el posowy Says:

    assalamu’alaikum
    jazakallahu khairan

    semoga artikel ini bermanfaat untuk menasihati kaum muslimin yang masih terkena syubhat wahdah islamiyyah, karena tidak hanya di makassar ajah mereka berkembang, tetapi juga di jogja dan bandung juga mereka menyebarkan virus hizbiyyahnya. bahkan beberapa teman ana di jogja dan bandung juga terkena syubhat WI…kami sangat menunggu kelanjutan nasihatnya di web ini…

    barokallahu fikum

    Wa’alaykumussalam warohmatullah. Semoga Allah senantiasa memberi kesempatan kepada para asatidzah untuk terus membungkam syubhat-syubhat dan penyimpangan mereka. Dan kita terus mengharapkan mereka diberikan kesabaran dan kemudahan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala untuk keluar dari kehizbiyahan mereka dan kembali ke jalan Salafush Shailih. Untuk lebih paham tentang WI di jogja, antum bisa bertanya ke Akh Abu Umar Wira (www.ulamasunnah.wordpress.com) atau ke al akh Abu Bakar Ahmad Almakassary (www.asthy.wordpress.com). Untuk di bandung antum bisa menghubungi Al Akh Abu Khalil Habibi di Pasca Sarjana Jurusan Kimia ITB Bandung. Wafika barokallah.

Leave a Reply