Kirimkan artikel 'Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Muqaddimah)' Kepada Teman
Saat ini anda akan mengirimkan artikel berjudul Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Muqaddimah) kepada teman anda. Pastikan data yang anda masukkan sudah benar.
Loading ...


October 29th, 2009 at 8:39 pm
SUBHANALLAH,,,JALAN YANG HAQ PASTI AKAN JELAS, BAGI SIAPA YANG ALLAH KEHENDAKI,,,AMIIN
October 29th, 2009 at 9:03 pm
assalamu alaikum…jazakallahu khaeran ya akhi..kini semakin jelaslah talbis mereka…yang pernah kita rasakan bersama…barakallahu fiikum…
October 31st, 2009 at 8:03 am
Subhanallah. Semoga saudara-saudara kita di WI dapat menyadari kekeliruannya, dan tidak menutup mata dan hati atas nasehat yang diberikan. Bukankah nasehat itu bukti kepedulian seorang muslim terhadap saudaranya? Teruskan buka syubhat penyimpangan mereka, agar orang-orang yang memiliki hati dapat kembali ke jalan yang benar.
October 31st, 2009 at 11:11 am
Smg makin bertambah “ust Sofyan Ruray-ust Sofyan Ruray” yg lain. Hidayah di atas sunnah itu mahal harganya.
October 31st, 2009 at 1:42 pm
Jazakallohu khoiron…tlah mempublish artikel sperti ini…
Harapan terbesar kami semoga saudara2 ana seperjuangan dulu di WI bisa segera inshaf ats kekeliruan mereka.. Tidak berkeras hati mencari pembenaran atas segala kekeliruan yg mereka lakukan.. Jika mereka memang mau ikhlas menempuh manhaj salaf mk tidak ada alasan lagi tuk tetap bergabung di dalamnya dan menjadi pembela-pembelanya.. kecuali WI mau rujuk kpd kebenaran..Wallohu ‘alam
Ana izin copas dan share ke note fb ana.. Insya Allah ana ingin bagikan kpd tman2 ana agr mreka jg bisa merenungi tulisan ini..
November 1st, 2009 at 8:09 am
Masya Allah
Artikel yg sangat bagus…
Mudah-mudahan saudara2 kita yg masih bersama mereka bisa mendapatkan hidayah kembali ke manhaj yang saliim, Ahlussunnah wal Jama’ah As Salafiyah…
Barakallahu fiikum…
November 2nd, 2009 at 9:39 am
Klik link http://almakassari.com/artikel-islam/manhaj/mengapa-saya-keluar-dari-wahdah-islamiyah-muqaddimah.html/email/ untuk menyebarkan artikel ini ke teman/sahabat anda.
November 2nd, 2009 at 9:21 pm
Bismillah
Assalamu’alaikum. Ana ingin sampaikan, salam hangat dari kami untuk Ustadz Sufyan. Terima kasih dan jazakumullahu khairan katsiira atas artikelnya, begitu menggugah. Dan semoga TEMAN-TEMAN Wahdah Islamiyah di seluruh negeri ini berkenan ruju’ ke jalan kebenaran yang jelas, malamnya seperti siangnya, jalannya para Salafush Shalih.Amiin.
November 4th, 2009 at 10:12 am
Bismillah
Setelah ana baca berita di Tribun Timur http://www.tribun-timur.com/read/artikel/55329 ana jadi tambah ngeri. Kok bisa ya sampai segitu jauhnya WI dari bimbingan salafushshalih, padahal sebagian besar ustadz mereka itu lulusan Universitas Islam Madinah. Ana jadi ingat sewaktu ana masih kerja di unit usaha nya WI, Toko Buku Bursa Ukhuwah, kami dulu dilarang untuk menjual buku terjemahan Madarikun Nazhor nya Syaikh Ramadhan Al-Jazairi, karena kata seorang ustadz kepada kami bahwa dia sudah baca buku aslinya dan dibuku itu Syaikh Ramadhan Al-Jazairi “mencela ulama“, jadi kalo ada ikhwah yang mau beli maka ana harus ke gudang dilantai dua untuk mengambilkan buku tersebut (karena kami tidak memajangnya). padahal buku itu mendapat rekomendasi dari Syaikh Al Albani. setelah ana baca buku itu berulang-ulang, ternyata “ulama” menurut mereka adalah orang-orang yang sepemahaman dengan Salman Al Audah (Seorang Ulama kebanggaan Imam Samudra, Amrozi, Noordin M. Top, dll) dan dialah yang menjadi “ulama” bagi mereka.
Dulu sewaktu ana dipanggil rapat dikantor pusat YWI, ada seorang ustadz yang “memberikan masukan” kepada kami, “kalo memang buku Laa Tahzan itu yang paling laris sekarang, maka antum pesan lebih banyak” maksudnya agar semakin banyak pemasukan bagi Bursa Ukhuwah. Subhanallah, padahal kita tahu sendiri buku itu tulisannya Aidh al-Qarni yang juga termasuk “ulama” yang dicela oleh Syaikh Ramadhan Al-Jazairi dalam Madarikun Nazhor. tidak seberapa harganya dunia ini dibanding kampung akhirat yang kekal dan abadi. tidak seberapa keuntungan yang kita peroleh dari menjual Laa Tahzan (dan buku-buku sejenisnya) jika dibandingkan dengan kesesatan yang kita sebarluaskan. Semoga Allah Ta’ala melindungi Islam dan Muslimin dari kejelekan mereka, amiin.
November 4th, 2009 at 10:45 pm
Masya Allah..akhirnya terbuka juga borok-borok mereka,dan yang membukanya justru pemimpin tertinggi mereka.. serapat-rapatnya bangkai ditutup dan dipoles sedemikian rupa , pasti akan tetap tercium busuknya! ALLAHU AKBAR!!! semoga Allah menunjuki sebagian saudara2 kita yang memang ikhlas dan tulus dalam mencari kebenaran…
November 5th, 2009 at 3:32 pm
walhamdulillah,atas izin Alloh Ta’ala semua kerusakan sedikit demi sedikit mulai tampak dari WI.semoga para ikhwah semua ttp waspada pd sepak terjang WI.AL HAQ TTP AL HAQ yg akan trus diserukan walaupun terasa pahit bagi sebagian manusia.
November 6th, 2009 at 9:12 am
assalamu’alaikum,,,,ana ada saran, gimana kalo dibikin lg dauroh tentang WI agar lebih jelas, seperti wkt tahun 2002 lalu..ana suruh teman ana agar buka situs ini, insya Allah dia bisa ambil ilmu,,
November 6th, 2009 at 10:30 am
assalamu’alaikum
jazakallahu khairan
semoga artikel ini bermanfaat untuk menasihati kaum muslimin yang masih terkena syubhat wahdah islamiyyah, karena tidak hanya di makassar ajah mereka berkembang, tetapi juga di jogja dan bandung juga mereka menyebarkan virus hizbiyyahnya. bahkan beberapa teman ana di jogja dan bandung juga terkena syubhat WI…kami sangat menunggu kelanjutan nasihatnya di web ini…
barokallahu fikum
February 23rd, 2010 at 9:43 am
Smoga Allah menambahkan ilmu antum dan memelihara diri antum.