Katanya Salafy Melarang Demonstrasi, lalu Kenapa Wahdah-Salafy Melakukannya?

Dilihat 12,689 kali | Kirim Ke Teman

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download Audio

Pertanyaan:
Katanya Salafy melarang demonstrasi, lalu kenapa wahdah-salafy melakukannya?

Jawab: Siapa yang mengatakan Wahdah itu salafy? Sekarang yang mengaku salafy itu banyak, boleh saja semua orang mengaku salafy, tapi belum tentu dia salafy.

Salafy itu bukanlah jubah yang dipakai siapapun yang ingin memakainya kemudian dia katakan bahwa dirinya adalah salafy.

Tidak, tapi salafy adalah sebuah keyakinan yang tergambar, tertanam dalam diri seseorang dan dari amalannya menunjukkan hal tersebut, inilah yang disebut salafy.

Adapun wahdah-islamiyah mereka jauh dari penamaan salafiyah. Tidak ada orang-orang salafy yang melakukan demonstrasi. Kemudian tidak ada dari kalangan salafiyun yang membolehkan bai’at, mereka (wahdah) mempunyai bai’at. Tidak ada dari kalangan salafiyun yang membagi tauhid menjadi 4, salah satunya tauhid Hakimiyah. Dan tidak ada dari kalangan salafiyun yang memperbolehkan berbilangnya jama’ah islamiyah seperti yang dilakukan oleh orang-orang wahdah. Dan tidak ada dari salafiyun yang membela Ahlul Bid’ah. Dan tidak ada dari salafiyun yang memunculkan manhaj muwazanah. Ini sebagian kerusakan orang-orang wahdah islamiyah.

Kalau mengaku boleh saja mereka mengaku, dan perlu saya beritahu, pegakuannya kalau mereka mengatakan salafy itu ujung-ujungnya adalah duit. Dan saya sangat kenal akan perbuatan mereka. Mereka punya camp pelatihan di Philiphina, kemudian yang melakukan pengeboman di Makassar adalah kebanyakan orang-orang yang ikut pengajian mereka, maka ini jauh dari penamaan salafiyah.

Tapi kalau untuk mendatangkan orang-orang dari luar, misalnya Saudi, (mereka mengatakan) “Kami Salafy, ayo ajarkan Tauhid kepada kami

Begitulah seruannya "ajarkan tauhid kepada kami", tapi ustadz2nya sendiri…., coba antum cari ceramah-ceramahnya yang mengajarkan tauhid, mungkin kalau mengajarkan, mengajarkan tapi tidak tergambar bahwa mereka punya perhatian khusus terhadap tauhid.

Na’am, kemudian mendatangkan ulama-ulama dari Saudi, tapi kalau berbicara di kaset membicarakan pemerintahan Saudi dengan pembicaraan yang sangat keji dan tidak pantas. Kalau ada duit bicaranya bagus, tapi kalau tidak ada duit bicaranya mencela dan menjelekkan.

Sumber : Transkrip tanya-jawab Daurah Masjid Jajar Solo (15-17 Mei 2009)

Tags:, , , ,

Artikel di Kategori ini :

  1. Amrozi cs, Mati Syahidkah?
  2. Nasehat untuk Ikhwah yang masih Mengungkit Masalah yang Lalu padahal Telah Terjadi Islah [1]
  3. Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 1)
  4. Jangan Buang Bom Sembarang Tempat!!!
  5. Tabligh Bingung, Salafi Menjawab (3)
  6. Fatwa Ulama’ Sunnah tentang Demonstrasi & Mogok Makan
  7. Sudah Cukup !!
  8. Membunuh Orang Kafir di Negeri Mereka (Menanggapi Pengeboman dan Penembakan di Paris, Perancis)
  9. Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 2-Lanjutan )
  10. Haus Kekuasaan

20 Responses to Katanya Salafy Melarang Demonstrasi, lalu Kenapa Wahdah-Salafy Melakukannya?

  1. alhamdulillah ana jg uda kluar dr wahdah… kluarnya ana dr t4 i2 m’buat heboh WI cab. pare”’ ana dhujat hbisan ama murobbih trutama saudara kndug sndiri y msi dwahdah.. alhmdulillah ana buktikan bahwa salafy i2 tidak keras cuman pemahamannya y tegas d tidk dimudah” kan…

  2. ohh ….. ternyata begitu yah. syukron pak ustadz, saya jadi tahu hakikat mereka wahdah islamiyah, pokoknya tidak akan ikut-ikutan sama wahdah … Insya Alloh. siip ! ane dapat ilmu baru .. Alhamdulillah ya Rabb!

  3. alhamdulillah, akhirnya ana bisa mengerti, knp dulu di pesantren, ustadz yang salaf selalu diboikot oleh ust yg wahdah. Awalnya ana senang di ajari ajaran salaf oleh wahdah,melarang demonstrasi,partai,bagi tauhid jadi tiga, tp seiring berjalannya waktu,ana mulai ragu krn apa yg dulu diajarkan kini telah dilanggar, wallahu musta’an, syukran ustadz atas penjelasannya.

  4. Alhamdulillah, ana sangat bersyukur sudah keluar dari wahdah. Ana dulu dri sana dan sempat kuliah di STIBA selama 3 tahun. memang waktu ana disana banyak keraguan didlm hatiku, salah satunya membolehkan PEMILU dan ditentukn orng yg akan dipilih oleh pemimpin wahdah kemudian disampaikn disetiap liqo tarbiyah, pernah ada jg seseorang yg menyampaikn kpdku bahwa ada murabbiyah mengatkn bahwa JT itu semanhaj dengn wahdah (maksudnya jg salaf) tp cara dakwahnya yg berbeda dll. Ketika ada ikhwah dri salaf yg melmarku dan ana menerimanya (skarng mnjd suamiku) ana mnjadi terkenal di STIBA dngn pernikahanku dan dipermasalahkn oleh para ustadz2 disana sampai ana dimarahi olh pembina akhwat di STIBA dan menyuruhku untuk membatalkan pernikahanku tp ana tdk peduli, ana tetap memperthanknnya. Alhamdulillah ana sudah keluar, smg Allah memberikn hidayah kpd para ustadz2 dan mad’unya di wahdah. Smg tulisanku ini bermanfaat…

  5. Bismillaah, walhamdulillah..
    Semoga dengan hadirnya artikel semacam ini mampu memberi bashirah kepada para penuntut ilmu khususnya yang baru dan bersemangat, agar mampu membedakan antara Manhaj Salaf dengan Manhaj Hizbiyyah. Dan saya sendiri di awal mendalami agama pada tahun 2003 sempat belajar di WI karna menganggap sama saja dengan Salafy, dan Alhamdulillah, tahun 2004 saya betul2 sudah tahu dan yakin serta berlepas diri dari kesesatan manhaj mereka.
    Baarakallaahu fiikum..

  6. Subhanallah, ternyata WI sekarang masih sama ya dengan WI doeloe sewaktu ana masih di kampus UH (sekitar 7-8th silam). Kajian-kajian Sallafiyah juga diboikot lantaran mereka yang menjadi pengurus di Lembaga-Lembaga Kerohanian tingkat Fakultas/Universitas. Padahal Tahdzir terhadap mereka sudah “dilancarkan” dua tahun sebelumnya. Ya begitulah, “Di dalam hati-hati mereka ada penyakit, dan Allah semakin menambah penyakit itu”. Semoga Allah menjaga diri-diri kita dari ‘fitnah’ mereka dan menetapkan hati-hati kita di atas ketaatan kepada-Nya

  7. Diantara sebab untuk mendapatkan kebenaran adalah memiliki keikhlasan dalam menilai kebenaran serta mampu bersikap INSHOF (Bersikap adil) dalam menilai kebenaran tersebut. Semoga Allah memberi karunia kepada kita semua berupa sikap keikhlasan dan inshof sehingga mampu melihat bahwa ternyata wahda Islamiyah memiliki banyak penyimpangan dan ternyata mereka jauh dari manhaj yang benar… amin…

  8. syukran dah berbagi, membaca artikel “kanapa sya kluar dari wahdah”
    memberikan pencerahan, meski masi serasa berat tuk meninggalknny, terlihat beda skali saat saya mengikuti kajian salaf, jumlah mereka sdikit, tpi jumlah bknlah suatu masalah, namun yg penting ad/ apa yg di sampaikan,lengkap dgn dalilnya..^^
    skali lagi syukran,
    smoga Allah menunjukkan yg benar itu benar dan yg salah i2 salah
    Barakallahu fik

  9. ya ALLAH, tetpknlah hati kami TTP brpegang teguh diatas AL-QUR’AN dan AS-SUNNAH.

  10. Baarakallahi fiikum atas uraiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *