Munculnya Suara di Balik Awan

Dilihat 691 kali | Kirim Ke Teman

Penulis : Al-Ustadz Abu Imron Sanusi

suara-dibalik-awanDahulu ada seorang laki-laki yang berada dipadang yang luas, ia mendengar sebuah suara dari awan “Airilah kebun Si Fulan”. Maka awan tersebut mengarah kesuatu tempat, lalu ia mencurahkan airnya di tanah yang bercampur bebatuan hitam, ternyata satu selokan dari beberapa selokan yang ada telah menampung air hujan itu seluruhnya. Lelaki tersebut mengikuti aliran air yang pada akhirnya membawanya bertemu dengan seorang laki-laki yang berdiri dikebunnya sedang memindahkan air dengan cangkulnya ia pun bertanya: “Wahai hamba Allah siapakah namamu ?”, “Fulan bin Fulan” jawabnya, dengan menyebut nama yang didengarnya diawan, “Wahai hamba Alloh ! mengapa engkau menanyakan namaku?”. Si pemilik kebun kembali bertanya. “Aku mendengar sebuah suara di awan yang mencurahkan airnya di kebunmu ini, awan itu berkata: “Airilah kebun Si Fulan” dengan menyebut namamu, maka aku ingin tahu apa yang engkau lakukan pada kebunmu ini sehingga engkau mendapatkan pengkhususan demikian, katanya meminta penjelasan. Si pemilik kebun menjelaskan “Adapun bila memang seperti yang engkau katakan maka aku biasa membagi hasil panen kebunku untuk aku sedekahkan sepertiganya, sepertiga lagi untuk aku makan bersama keluargaku dan sepertiga yang tersisa aku kembalikan ke kebunku untuk keperluan menanam kembali.

Dalam riwayat lain aku berikan sepertiganya untuk orang-orang miskin, peminta –minta dan ibnu sabil (orang yang sedang dalam perjalanan).

(Sumber Riwayat Imam Muslim)

 Mutiara Kisah :

1) Keutamaan bersedekah

2) Keutamaan berbuat baik kepada orang miskin

3) Sedekah tidak mengurangi harta

4) Alloh akan senantiasa membantu hambanya selama seorang hamba membantu saudaranya

5) Adanya karomah bagi wali-wali Alloh

Sumber : Kisah-kisah Keteladanan, Kepahlawanan, Kejujuran, Kesabaran, Menggugah, serta Penuh dengan Hikmah dan Pelajaran Sepanjang Masa. Penerbit : Maktabah At-Thufail, Panciro-Gowa (Makassar-Sulsel).

Artikel di Kategori ini :

  1. Wasiat menjelang Kematian
  2. Pemilik Satu Dirham yang Tertawa
  3. Ulama yang Menyamar sebagai Pengemis
  4. Pedagang yang Pintar
  5. Buah Delima yang Kecut
  6. Nasib Patung Manat
  7. Pemuda Yatim dan Miskin yang Mendapatkan Anak Ulama yang Cantik
  8. Ayah dan Anak yang Berebut Syurga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *