Munculnya Suara di Balik Awan

Dilihat 655 kali | Kirim Ke Teman

Penulis : Al-Ustadz Abu Imron Sanusi

suara-dibalik-awanDahulu ada seorang laki-laki yang berada dipadang yang luas, ia mendengar sebuah suara dari awan “Airilah kebun Si Fulan”. Maka awan tersebut mengarah kesuatu tempat, lalu ia mencurahkan airnya di tanah yang bercampur bebatuan hitam, ternyata satu selokan dari beberapa selokan yang ada telah menampung air hujan itu seluruhnya. Lelaki tersebut mengikuti aliran air yang pada akhirnya membawanya bertemu dengan seorang laki-laki yang berdiri dikebunnya sedang memindahkan air dengan cangkulnya ia pun bertanya: “Wahai hamba Allah siapakah namamu ?”, “Fulan bin Fulan” jawabnya, dengan menyebut nama yang didengarnya diawan, “Wahai hamba Alloh ! mengapa engkau menanyakan namaku?”. Si pemilik kebun kembali bertanya. “Aku mendengar sebuah suara di awan yang mencurahkan airnya di kebunmu ini, awan itu berkata: “Airilah kebun Si Fulan” dengan menyebut namamu, maka aku ingin tahu apa yang engkau lakukan pada kebunmu ini sehingga engkau mendapatkan pengkhususan demikian, katanya meminta penjelasan. Si pemilik kebun menjelaskan “Adapun bila memang seperti yang engkau katakan maka aku biasa membagi hasil panen kebunku untuk aku sedekahkan sepertiganya, sepertiga lagi untuk aku makan bersama keluargaku dan sepertiga yang tersisa aku kembalikan ke kebunku untuk keperluan menanam kembali.

Dalam riwayat lain aku berikan sepertiganya untuk orang-orang miskin, peminta –minta dan ibnu sabil (orang yang sedang dalam perjalanan).

(Sumber Riwayat Imam Muslim)

 Mutiara Kisah :

1) Keutamaan bersedekah

2) Keutamaan berbuat baik kepada orang miskin

3) Sedekah tidak mengurangi harta

4) Alloh akan senantiasa membantu hambanya selama seorang hamba membantu saudaranya

5) Adanya karomah bagi wali-wali Alloh

Sumber : Kisah-kisah Keteladanan, Kepahlawanan, Kejujuran, Kesabaran, Menggugah, serta Penuh dengan Hikmah dan Pelajaran Sepanjang Masa. Penerbit : Maktabah At-Thufail, Panciro-Gowa (Makassar-Sulsel).

Artikel di Kategori ini :

  1. Ayah dan Anak yang Berebut Syurga
  2. Pemuda Yatim dan Miskin yang Mendapatkan Anak Ulama yang Cantik
  3. Ulama yang Menyamar sebagai Pengemis
  4. Buah Delima yang Kecut
  5. Pedagang yang Pintar
  6. Wasiat menjelang Kematian
  7. Nasib Patung Manat
  8. Pemilik Satu Dirham yang Tertawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *