Taubat yang Benar

Dilihat 1,340 kali | Kirim Ke Teman

Seorang ketika telah bertaubat dari suatu dosa, hendaknya ia berusaha dengan sekuat tenaga meninggalkan dosa itu sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama’ kita. Adapun hadits berikut, maka ia adalah hadits dho’if (lemah):

التَّوْبَةُ مِنَ الذَّنْبِ أَنْ لَا تَعُوْدَ إِلَيْهِ أَبَدًا

"Taubat dari dosa, engkau tidak kembali kepadanya selama-lamanya". [HR. Abul Qosim Al-Hurfiy dalam Asyr Majalis min Al-Amali (230), dan Al-Baihaqiy dalam Syu’abul Iman (7036)]

Hadits ini lemah , karena dalam sanadnya terdapat rowi yang bernama Ibrahim bin Muslim Al-Hijriy; dia adalah seorang yang layyinul hadits (lembek haditsnya). Selain itu, juga ada Bakr bin Khunais, seorang yang shoduq (jujur), tapi memiliki beberapa kesalahan. Karenanya Syaikh Al-Albaniy melemahkannya dalam Adh-Dho’ifah (2233)

Sumber : Hadit Dho’if Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 66 Tahun II. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Dzikro. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)

Artikel di Kategori ini :

  1. Kekasih Allah
  2. Memulai dengan Hamdalah
  3. Kisah Harut dan Marut
  4. Hak Anak atas Orang Tua
  5. Perjarang Tinggal di Rumah
  6. Kisah Nabi Idris bersama Malaikat Maut
  7. Tanda Orang Terbaik
  8. Nabi Ilyas dan Khidir Bersaudara Kandung
  9. Perbanyak Dzikir Sampai Dianggap Gila
  10. Manusia yang Terburuk Kedudukannya

One Response to Taubat yang Benar

  1. makaciih ya atas penjelasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *