Siapa yang Adzan, itu yang Iqamat

Dilihat 1,304 kali | Kirim Ke Teman

“Barangsiapa yang adzan, maka dialah yang iqamat”. [HR. Abud Dawud (514), At-Tirmidziy (199), dan lainnya]

Hadits ini lemah karena berasal dari Abdurrahman bin Ziyad Al-Afriqiy. Dia lemah hafalannya. Sebab itu Al-Albaniy melemahkannya dalam Adh-Dha’ifah (no. 35) dan Al-Irwa’ (237).

Syaikh Al-Albaniy berkata dalam Adh-Dha’ifah (1/110), “Di antara dampak negatif hadits ini, dia merupakan sebab timbul perselisihan di antara orang-orang yang mau shalat, sebagaimana hal itu sering terjadi. Yaitu ketika tukang adzan terlambat masuk mesjid karena ada udzur, sebagian orang yang hadir ingin meng-iqamati shalat, maka tak ada seorang pun di antara mereka kecuali ia menghalanginya seraya berhujjah dengan hadits ini. Orang miskin ini tidaklah tahu kalau haditsnya lemah, tidak boleh mengasalkannya kepada Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, terlebih lagi melarang orang bersegera menuju ketaatan kepada Allah, yaitu meng-iqamati shalat”.

Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 9 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad Mulyadi. Untuk berlangganan hubungi alamat di atas. (infaq Rp. 200,-/exp)

Artikel di Kategori ini :

  1. Agama Adalah Akal
  2. Bagi-bagi Kejelekan
  3. Perbanyak Dzikir Sampai Dianggap Gila
  4. Tanda Bahagia Cukur Jenggot
  5. Kisah Nabi Idris bersama Malaikat Maut
  6. Empat Berkah dari Langit
  7. Orang-Orang yang Beruntung
  8. Mengusap Kedua Kelopak Mata dengan Kedua Ibu Jari
  9. Solusi Terakhir ….
  10. Adzan di Telinga Bayi

One Response to Siapa yang Adzan, itu yang Iqamat

  1. Sekarang masih ada yang mendengar adzan tidak segera ke masjid malah masih nongkrong di warung2, ruang tamu nonton tv,ngenet,atau sibuk ngrumpi.

    Semoga kita diberi ke-istiqomahan untuk terus memenuhi panggilan adzan, dan semoga mereka-mereka yang masih belum sadar akan panggilan adzan bisa diberikan hidayah agar memahami arti pentingnya panggilan adzan tersebut dan bersegera melangkahkan kaki mereka ke masjid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *