Memandang Wanita Cantik

12 July 2007 | Dilihat 1,032 kali | Kirim Ke Teman |
| More

Memiliki pandangan yang tajam dan penglihatan yang jernih merupakan nikmat yang besar dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga terkadang seseorang menempuh berbagai cara untuk memperoleh penglihatan yang tajam. Dan mungkin juga ada di antara kaum muslimin yang sering sekali memandang setiap wanita yang cantik dengan tujuan mempertajam penglihatannya, beramal dengan hadits berikut;

النََّظَرُ إِلىَ وَجْهِ المَرْأَةِ الحَسْنَاءِ وَالخُضْرَةِ يَزِيْدَانِ فِيْ البَصَرِ

"Memandang wajah wanita cantik dan yang hijau-hijau menambah ketajaman penglihatan" .[HR. Abu Nu'aim dalam Hilyah Al-Auliya' (3/201-202), dan Ad-Dailamiy dalam Musnad Al-Firdaus (4/106)]

Hadits ini maudhu’ (palsu), karena dalamnya ada rawi yang dho’if, dan tidak ditemukan ada seorang ahli hadits yang menyebutkan biografinya. Rawi itu ialah Ibrahim bin Habib bin Sallam Al-Makkiy. Karenanya, Adz-Dzahabiy berkata, "Hadits batil". Ibnul Qoyyim dalam Al-Manar Al-Munif berkata, "Hadits ini dan semisalnya adalah buatan orang-orang zindiq (munafiq)" [Lihat Adh-Dho'ifah (133)]

Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 17 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad Mulyadi. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)

Nilai Artikel ini

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (125 pemilih, Nilai rata2 = 2.56)

Loading ... Loading ...

One Response to “Memandang Wanita Cantik”

  1. 1
    laila NH Says:

    dalam hadist di atas disebutkan, bahwa memandang wanita cantik dapat mempertajam penglihatan, bukankah memandang wanita di sertai dengan nafsu dapat memperbanyak dosa?????
    mohon penjelasan maksud hadist tersebut di atas.

    Barokallahu fikum (semoga Allah memberkahimu). Coba deh baca dengan seksama keterangan hadits diatas. Hadits itu adalah hadits palsu yang dibuat-buat oleh orang dan sama sekali tidak pernah di katakan oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, nah konsekwensinya jelas hadits ini tidak bisa disandarkan kepada Rasulullah apalagi untuk diamalkan.

Leave a Reply