Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat

Dilihat 263 kali | Kirim Ke Teman

Sebuah hadits terkadang memiliki makna yang mendalam sehingga sebagian orang menyangkanya sebagai sabda Nabi –Shallallahu ‘alaihi wa sallam– , padahal bukan !! Seperti hadits ini:

كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا وَكَفَى بِالْيَقِيْنِ غِنًى وَكَفَى بِالْعِبَادَةِ شُغْلاً

“Cukuplah kematian sebagai nasihat, cukuplah keyakinan sebagai kekayaan, dan cukuplah ibadah sebagai suatu kesibukan”. [HR. Al-Qudho’iy dalam Musnad Asy-Syihab (1410), dan selainnya]

Hadits ini adalah hadits yang dho’if jiddan (lemah sekali), karena rawi yang bernama Ar-Robi’ bin Badr Al-Bashriy; seorang yang matruk (ditinggalkan). Tak heran jika Syaikh Al-Albaniy As-Salafiy menilai hadits ini dho’if jiddan dalam Adh-Dho’ifah (502)

Sumber : Buletin Jum’at At-Tauhid. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Dzikro. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201).

Tags:, ,

Artikel di Kategori ini :

  1. Berdzikir dengan Tasbih
  2. Hadits Al-‘Ajn (Mengepalkan Kedua Tangan Ketika Akan Berdiri Dalam Sholat)
  3. Tanda Bahagia Cukur Jenggot
  4. Jangan Shalat, Jangan Bicara
  5. Hati-hati dengan Dunia
  6. Barang Siapa yang tidak Mengenal Imamnya…
  7. Bertaqwa di Masa Tua
  8. Tuntutlah Duniamu…
  9. Keutamaan Menamatkan Al-Quran
  10. Hak Anak atas Orang Tua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *