Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/alma/public_html/index.php:4) in /home/alma/public_html/wp-content/plugins/wp-simple-firewall/src/processors/headers.php on line 43

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/alma/public_html/index.php:4) in /home/alma/public_html/wp-content/plugins/wp-simple-firewall/src/processors/headers.php on line 43

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/alma/public_html/index.php:4) in /home/alma/public_html/wp-content/plugins/wp-simple-firewall/src/processors/headers.php on line 43
Barang Siapa yang tidak Mengenal Imamnya… | www.almakassari.com - www.salafymakassar.co.nr

Barang Siapa yang tidak Mengenal Imamnya…

Dilihat 694 kali | Kirim Ke Teman

Ketaatan kepada penguasa merupakan perkara asasi di kalangan Ahlus Sunnah. Sebaliknya, mendurhakai mereka merupakan perkara yang diharamkan, apalagi jika sampai menghina, merendahkan mereka, dan mencabut tangan darinya, karena hal ini akan menimbulkan kerusakan di kalangan hamba-hamba Allah.

Banyak sekali dalil-dalil baik dalam Al-Kitab, maupun sunnah yang memerintahkan kita untuk taat kepada pemerintah muslim, dan mengharamkan durhaka kepada mereka.

Namun ada satu hal yang kami perlu ingatkan disini bahwa disana ada sebuah hadits yang dho’if dalam masalah ini,

مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَعْرِفْ إِمَامَ زَمَانِـهِ مَاتَ مِيـْتَةً جَاهِلِيَّةً.

“Barangsiapa yang tidak mengenal imam (penguasa) di zamannya, maka ia mati seperti matinya orang-orang jahiliyah”.

Ahmad bin Abdul Halim Al-Harraniy berkata, “Demi Allah, Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah mengatakan demikian . . .”. [Lihat Adh-Dho’ifah (1/525)]

Syaikh Al-Albaniy -rahimahullah- berkata setelah menyatakan bahwa hadits ini tidak ada asal-muasalnya, “Hadits ini pernah aku lihat dalam sebagian kitab-kitab orang-orang Syi’ah dan sebagian kitab orang-orang Qodiyaniyyah (Ahmadiyyah). Mereka menjadikannya sebagai dalil tentang wajibnya berimam kepada si Pendusta mereka yang Mirza Ghulam Ahmad, si Nabi gadungan. Andaikan hadits ini shahih, niscaya tidak ada isyarat sedikit pun tentang sesuatu yang mereka sangka, paling tidak intinya kaum muslimin wajib mengangkat seorang pemerintah yang akan dibai’at”. [Lihat As-Silsilah Adh-Dho’ifah (no. 350).

Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 6 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad Mulyadi. Untuk berlangganan hubungi alamat di atas. (infaq Rp. 200,-/exp)

Artikel di Kategori ini :

  1. Kebiasaan Berdzikir
  2. Kencing di Lubang
  3. Do’a Keluar WC
  4. Bersedihlah Ketika Membaca Al-Qur’an!
  5. Orang-Orang yang Beruntung
  6. Kekasih Allah
  7. Merayu Istri
  8. Adzan di Telinga Bayi
  9. Orang Baik dibutuhkan Orang
  10. Perbanyak Dzikir Sampai Dianggap Gila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *