Bahaya Membunuh

11 December 2009 | Dilihat 895 kali | Kirim Ke Teman |
| More

Membunuh termasuk dosa yang paling besar. Saking besarnya, dosa membunuh ini pun disebutkan dalam hadits lemah yang tak boleh dijadikan sandaran. Cukuplah bagi kita dalil dari Al-Kitab dan Sunnah. Tak usah bersandar kepada hadits lemah seperti ini:

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

مَنْ أَعَانَ عَلَى قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِشَطْرِ كَلِمَةٍ لَقِيَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ مَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ آيِسٌ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ

"Barangsiapa yang membantu untuk membunuh seorang mukmin dengan sepotong kata, maka ia akan menemui Allah -Azza wa Jalla- dalam keadaan tertulis di antara dua matanya (yakni dahinya), "Orang yang berputus asa dari rahmat Allah". [HR. Ibnu Majah dalam Kitab Ad-Diyat (2620), Al-Baihaqiy dalam Al-Kabir (15643), dan lainnya]

Sanad hadits ini adalah hadits yang lemah sekali (dho’if jiddan), bahkan boleh jadi palsu, sebab rawi yang bernama Yazid bin Ziyad Asy-Syamiy. Sebagian ulama’ menyatakan bahwa ia adalah muttaham bil kadzib (tertuduh dusta). Lihat Adh-Dho’ifah (2/2/no.503) karya Al-Albaniy Al-Atsariy -rahimahullah-.

Sumber : Rubrik Hadits Lemah Buletin Jum’at At-Tauhid edisi 74 Tahun II. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Dzikro. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)

Nilai Artikel ini

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 pemilih, Nilai rata2 = 3.00)

Loading ... Loading ...

Leave a Reply