Kencing di Lubang

Dilihat 772 kali | Kirim Ke Teman

Kencing di lubang adalah perkara yang boleh, kecuali jika di dalamnya ada makhluk seperti semut, maka hendaknya kita jangan kencing di tempat itu demi menyayangi makhluk Allah yang kecil ini. Adapun hadits yang berikut, maka haditsnya dho’if:

Abdullah bin Sarjis -radhiyallahu ‘anhu- berkata,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِيْ الْجُحْرِ

"Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- melarang kencing di lubang". [HR. Abu Dawud (29), dan An-Nasa’iy (34)].

Hadits ini adalah hadits yang lemah, karena adanya keterputusan antara Qotadah dan Abdullah bin Sarjis -radhiyallahu ‘anhu- . selain itu, Qotadah juga adalah seorang yang mudallis. Tak heran jika Syaikh Al-Albaniy men-dho’ifkan hadits ini dalam Al-Irwa’ (55)

Sumber : Hadit Dhoif Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 59 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Dzikro. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)

Artikel di Kategori ini :

  1. Membasahi Lisan, Menyejukkan Hati
  2. Sesibuk Apapun, Jangan Lupa Sholat
  3. Hanya Tiga Hari
  4. Jaring-jaring Materialisme Kehidupan
  5. Mewaspadai Kerasnya Hati
  6. Agama Penebar Kasih
  7. Produk Haram
  8. Makan Bangkai Saudara
  9. Hak Anak atas Orang Tua
  10. Dosa Penyebab Dosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *