Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/alma/public_html/index.php:4) in /home/alma/public_html/wp-content/plugins/wp-simple-firewall/src/processors/headers.php on line 43

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/alma/public_html/index.php:4) in /home/alma/public_html/wp-content/plugins/wp-simple-firewall/src/processors/headers.php on line 43

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/alma/public_html/index.php:4) in /home/alma/public_html/wp-content/plugins/wp-simple-firewall/src/processors/headers.php on line 43
Bolehkah Curang dalam Ujian ??? | www.almakassari.com - www.salafymakassar.co.nr

Bolehkah Curang dalam Ujian ???

Dilihat 1,122 kali | Kirim Ke Teman

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Asy-Syaikh rahimahullah

Apa hukum curang dalam ujian pendidikan ???

Jawab : “Kecurangan adalah perkara yang diharamkan, karena Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam bersada :

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Barangsiapa yang mencurangi kami maka bukan termasuk golongan dari kami”.

Dan ini umum, mencakup ujian dan selainnya”.

(Kumpulan Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Asy-Syaikh rahimahullah)

Sumber : Jurnal Al-Atsariyyah Vol. 01/Th01/2006

 

Artikel di Kategori ini :

  1. Hukum Donor Darah dalam Bulan Ramadhan.
  2. Hukum Seorang Pemuda yang Melakukan Onani di Bulan Ramadhan
  3. Shalat Tarwih di Belakang Imam yang Melebihi 11 Rakaat
  4. Hukum Seseorang Masuk Islam setelah Ramadhan Berlalu Beberapa Hari
  5. Fatwa Syaikh Fauzan Tentang Pemilu
  6. Fatwa Kesesatan Jama’ah / Yayasan / Ormas Wahdah Islamiyah (Bag. 2)
  7. Usamah bin Ladin Mujahid di Jalan Syaithan
  8. Fatwa Kafirnya Ahmadiyyah !!
  9. Lelaki yang Dikuburkan Di Dalam Mesjid
  10. Hukum Mengingkari Siksa Kubur

One Response to Bolehkah Curang dalam Ujian ???

  1. Baarakallaahufiik, artikel yang bermanfaat insya’ Allaah. Namun ada yang menyatakan bahwa kalau tiba-tiba ada ujian(ato sulit soalnya) maka hal itu (menyontek) tidak apa-apa katanya karena daripada tidak lulus yang akan memperlama kuliah sehingga memperlama ikhtilat sedangkan keluar kuliah belum bisa, apakah bisa diterima pendapat seperti itu?

    Atas jawabannya, jazaakumullaahu khairan

    Waiyyaka. Tunggu jawabannya di arsip tanya jawab, insyaAllah. Kami akan segera menanyakannya ke asatidzah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *