Sebab-sebab Turunnya Adzab Allah yang Pedih atas Kaum Penggemar Homoseksual

Dilihat 155 kali | Kirim Ke Teman

Sebab-sebab Turunnya Adzab Allah yang Pedih atas Kaum Penggemar Homoseksual
(Penulis : Al-Ustadz Abdul Qodir –hafidzhahullah-)

Sebab-sebab Turunnya Adzab Allah yang Pedih atas Kaum Penggemar HomoseksualPada ribuan tahun yang silam, kaum homo dari kalangan kaum Nabi Luth –alaihis salam– mendapatkan adzab (siksaan) dari Allah –Tabaroka wa Ta’ala-. Berita mereka telah diabadikan di dalam Kitab Termulia, Al-Qur’an Al-Aziz, agar menjadi ibroh bagi seluruh alam semesta bahwa dosa homo adalah  sangat mengerikan dan merupakan pelanggaran yang memancing turunnya adzab dari langit.

Konon kabarnya, kaum Nabi Luth pernah mendiami Kota Sodom dan Amuro’ yang terletak di sekitar Halab (Suriah), Lembah Yordania, dan Laut Mati. Wilayah ini berdekatan dengan Yerusalem. [Lihat Mu’jam Al-Buldan (3/200) & (4/71) oleh Abu Abdillah Yaqut Al-Hamawiy dan At-Tahrir wat Tanwir (8/230) oleh Ibnu Asyur Al-Malikiy](1)

Sebagian ulama menjelaskan bahwa Laut Mati merupakan bekas negeri peninggalan Kaum Sodom yang dahulu mengeluarkan bau yang amat busuk sebagaimana yang dikabarkan oleh Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- dalam Tafsir-nya (6/157).

Kaum yang terlaknat ini mendapatkan adzab (siksaan) dari Allah, akibat perbuatan mesum dan jorok mereka. Sebuah [perilaku yang abnormal dan keluar dari fitrah manusia normal, dimana seorang pria menyukai pria lain dan bersenggama layaknya suami-istri.

Perilaku abnormal ini merebak di kalangan masyarakat Kota Sodom dan Amuro’ sampai menjadi kebiasaan yang  lumrah di kalangan mereka. Padahal kebiasaan asusila dan abnormal ini amatlah dikecam dalam seluruh syariat para nabi dan rasul yang pernah membawa ajaran Islam di kalangan kaumnya.

Dengan men-tadabburi ayat-ayat siksaan atas kaum Luth, maka kita mendapati bahwa siksaan itu turun dan menimpa mereka akibat perilaku jahat mereka yang melegalkan “HOMOSEKSUAL”, disebabkan oleh beberapa hal :

  • Kaum Luth Menghalalkan Homoseksual yang telah Jelas Keharamannya dalam Seluruh Syariat Para Nabi dan Rasul

Di saat mereka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan jorok yang kita kenal dengan “HOMOSEKSUAL”, maka Nabi mereka, Luth –alaihis salam– mengingkari perbuatan mereka dan memberinya nasihat penuh hikmah. Dibacakan kepada mereka ayat-ayat suci yang turun dari sisi Allah, Robb alam semesta. Namun mereka menantang dan melawan Nabi Luth –alaihis salam-. Tidaklah berguna nasihat yang diberikan kepada mereka, disebabkan hati mereka yang membatu dan mati, akibat maksiat yang telah mereka jalani bertahun-tahun lamanya.

Mereka menghalalkan perbuatan jorok dan tabu tersebut, sehingga siapa saja dan apapun yang disampaikan kepada mereka berupa nasihat dan ancaman, maka semua tertolak di sisi mereka.

Allah -Tabaroka wa Ta’ala- berfirman dalam mengisahkan pendustaan mereka terhadap ayat Allah -Azza wa Jalla-,

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ (33) إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آلَ لُوطٍ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ (34) نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا كَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ (35) [القمر : 33 – 35]

Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali pengikut Luth. Mereka kami selamatkan sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Al-Qomar : 33-35)

Al-Imam Abu Ja’far Muhammad Ibnu Jarir Ath-Thobariy -rahimahullah- berkata,

كذّبت قوم لوط بآيات الله التي أنذرهم وذكرهم بها.

“Kaumnya Luth telah mendustakan ayat-ayat Allah yang Luth ancamkan dan ingatkan kepada mereka.” [Lihat Jami’ Al-Bayan (22/596)]

Mereka menolak dan mendustakan ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada Nabi Luth. Mereka tidak menerima hukum-hukum dari ayat-ayat itu, dimana ayat-ayat itu berisi pengharaman HOMOSEKSUAL dan ancaman bagi pelakunya. Tidak heran apabila mereka tertimpa adzab dengan sebab kedustaan tersebut.

  • Kesombongan Mereka dalam Menantang Rasul Selaku Pemberi Nasihat dan Pembawa Kebenaran

Salah satu sebab disegerakannya adzab bagi Kaum Sodom yang gemar berhomoseksual, kesombongan dan penantangan terhadap para rasul yang datang membawa wahyu kepada mereka.

Kesombongan dan penantangan mereka diceritakan dalam firman Allah -Azza wa Jalla-,

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ (56)  [النمل : 56]

Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: “Usirlah Luth beserta pengikutnya dari negeri kalian; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih“. (QS. An-Naml : 56)

Kesombongan mereka tampak dari dua sisi :

  1. Mereka menolak kebenaran dan nasihat yang disampaikan oleh nabi mereka.
  2. Kaum Luth merendahkan dan melecehkan nabi mereka dan para pengikut Nabi di atas kebenaran.

Mereka tidaklah mau mengusir Nabi Luth dan orang-orang beriman, melainkan karena kaum Luth menolak kebenaran dan nasihat yang disampaikan kepada mereka. Begitu rendahnya dan hinanya Nabi Luth di mata mereka, sampai kaum homo yang hina ini, ingin mengusir manusia terbaik di zamannya, yakni Nabi Luth –alaihis salam-.

Di dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda dalam menerangkan hakikat kesombongan,

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” [HR. Muslim dalam Shohih-nya (no. 91)]

Inilah hakikat kesombongan yang dilakukan oleh kaum homo. Dari sini, kita memetik sebuah ibrah dan pelajaran bahwa tidaklah lahir kaum homo dipermukaan bumi, melainkan karena kesombongan yang ada pada diri mereka. Dimana pun kalian melihat mereka, di Amerika, Afrika, India, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan lain, maka pasti sifat ini ada pada mereka. Pasti kalian akan melihat penolakan mereka terhadap syariat Islam yang mengharamkan HOMOSEKSUAL dan merendahkan para ulama, ustadz, dan pemberi nasihat yang mengingkari kebobrokan perilaku dan sifat mereka!!

Ibrah yang lain dari ayat suci ini, andaikan kaum homo memiliki kekuatan, kekuasaan dan kemampuan atas manusia, maka pasti mereka akan melegalkan homoseksual, mengajak kepadanya, dan memusuhi setiap orang yang menentangnya, bahkan jika perlu mereka akan melakukan pengusiran!!

Karena itu, pihak berwajib di setiap negara harus serius menangani kasus ini. Kalau tidak, maka tunggulah saat kita semua akan ditekan dan diusir oleh para banci ‘pencinta homo’ dari negeri dan kampung halaman kita sendiri.

  • Sikap Terang-terangan Mereka dalam Melakukan Perbuatan Tabu ‘Homoseksual’

Maksiat yang dilakukan oleh seseorang secara sembunyi-sembunyi dan rahasia, menunjukkan bahwa pelakunya masih memiliki rasa malu kepada yang lain dan rasa takut kepada Allah.

Tapi apabila maksiat sudah dilakukan terang-terangan, tanpa rasa malu terhadap Allah dan orang lain, dan tanpa rasa takut terhadap adzab Allah -Tabaroka wa Ta’ala-, maka tunggulah adzab Allah akan merata di suatu kaum.

Inilah penyebab kaum Luth mendapatkan adzab keras dari langit. Mereka telah berani dan terang-terangan berbuat mesum ‘homoseksual’. Mereka menyamun dan menghadang semua musafir yang lewat di negeri mereka, lalu memaksanya berbuat mesum. [Lihat Jami’ Al-Bayan (20/30) oleh Al-Imam Ath-Thobariy]

Saking terbiasanya mereka melakukan homo, tanpa malu dan takut, mereka berbuat mesum di hadapan manusia dan di majelis-majelis mereka. Mereka melakukan homo di tempat-tempat yang telah mendapatkan legalitas dari penguasa mereka, dengan bangga dan tanpa rasa bersalah.

Inilah yang diterangkan oleh Allah -Azza wa Jalla- dalam firman-Nya,

أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (29) قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ (30)  [العنكبوت : 29_30]

“Apakah Sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain Hanya mengatakan: “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”. Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah Aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”. (QS. Al-Ankabuut : 29-30)

Jika kerusakan moral dan maksiat merajalela dan dilakukan secara terang-terangan, tanpa ada pengingkaran, maka semua ini menunjukkan buruk dan kotornya penduduk negeri. Kemaksiatan di kala sudah menjadi kebiasaan masyarakat, sehingga mereka amat susah meninggalkannya dan hati mereka telah membatu, bahkan mati, maka tidak yang dapat membersihkan negeri itu dari kebusukan dan dan kekotoran maksiat penduduknya, melainkan adzab dan siksaan Allah.

Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah bersabda,

مَا مِنْ قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي هُمْ أَعَزُّ مِنْهُمْ وَأَمْنَعُ ، لاَ يُغَيِّرُونَ إِلاَّ عَمَّهُمُ اللَّهُ تَعَالَى بِعِقَابِهِ.

“Tidaklah suatu kaum dikerjakan maksiat-maksiat di tengah mereka, sedang mereka (kaum itu) lebih perkasa dan lebih kokoh dibandingkan mereka (para pelaku maksiat), dalam kondisi mereka (kaum) itu tidak mengubahnya, kecuali Allah -Ta’ala- meliputi mereka dengan hukumannya.” [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (4/364), Ath-Thobroniy dalam Al-Mu’jam Al-Kabir (2381), dan lainnya. Hadits ini dinyatakan shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’ Ash-Shoghir (5749)]

Di kala tersebar dan menjamurnya kegemaran homoseksual, Allah -Tabaroka wa Ta’ala- mengutus Nabi-Nya yang mulia, Luth –alaihis salam- sebagaimana dalam firman-Nya,

وَلُوطًا آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ تَعْمَلُ الْخَبَائِثَ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَاسِقِينَ (74) [الأنبياء : 74]

“Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah kami selamatkan dia dari (adzab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji (homoseksual). Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.” (QS. Al-Anbiyaa’ : 74)

Para pelaku homoseksual di zaman itu terlena dengan kebiasaan buruk mereka. Mereka menyangka bahwa adzab Allah tidak akan menimpa mereka. Padahal telah berlalu sebelum mereka para nabi dan rasul yang mengingkari dan mengharamkan homoseksual dalam ajaran dan syariat mereka. Bahkan Allah -Tabaroka wa Ta’ala- mengirim kepada mereka Nabi yang sholih, Luth –alaihis salam- sebagai juru nasihat bagi kaum yang lalai. Namun semua itu tidaklah berguna sedikit pun. Kaum Luth lebih memilih adzab daripada rahmat Allah -Azza wa Jalla-.

  • Olok-olokan Mereka kepada Manusia Terbaik di Zamannya

Kebencian kaum Luth bukan hanya terpendam dalam lubuk sanubari mereka, bahkan kebencian mereka kepada Nabi Luth dan kaum beriman yang mengingkari kemungkaran mereka, terungkap melalui mulut-mulut mereka yang keji.

Orang-orang beriman mereka olok-olok sebagai orang-orang yang “sok suci”, disebabkan mereka tidak jatuh dalam kubangan dosa homoseksual.

Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman dalam mengungkap kebencian hati mereka (para penggemar homo) kepada Nabi Luth dan pengikut setianya,

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (80) إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (81) وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ (82) فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (83) وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ (84) [الأعراف : 80 – 84]

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah itu (homoseksual), yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?”

Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita. Malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas.

Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan : “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kota kalian ini. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.”

Kemudian kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

Dan kami turunkan kepada mereka hujan (batu); Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS. Al-A’raaf : 80-84)

Lihatlah, betapa hinanya kaum Luth. Seorang nabi yang selayaknya mereka muliakan, tapi malah mereka rendahkan dan mengolok-oloknya sebagai manusia “sok suci”.

Mengolok dan mengejek seorang nabi adalah kekafiran yang mendatangkan adzab (siksaan). Mengejek para pengikut kebenaran sudah menjadi tabiat buruk kaum penantang para nabi dan rasul.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- juga dan para sahabatnya mendapat hinaan dan ejekan dari kaumnya. Turunlah ayat-ayat berikut:

يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ (64) وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ  [التوبة : 64 _ 66]

Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

Tidak usah kamu minta maaf, Karena kamu kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah : 64-66)

  • Lancangnya Mereka Meminta Adzab (Siksaan)

Kesombongan yang bercokol di hati kaumnya Luth membuat mereka lancang dan berani melawan Allah dan Rasul-Nya, Luth –alaihis salam-.

Lihatnya sikap lancang mereka dalam meminta adzab saat Luth menasihati mereka agar berhenti dari liwath (homoseksual), sebagaimana dalam firman Allah,

أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (29) قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ (30)  [العنكبوت : 29_30]

“Apakah Sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain Hanya mengatakan: “Datangkanlah kepada kami azab (siksa) Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”. Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah Aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”. (QS. Al-Ankabuut : 29-30)

Ucapan kaum Luth ini mengingatkan kami dengan sebuah ucapan lancang dari mulut Ulil Abshar Abdala saat ‘menantang’ adzab Tuhan bagi kaum LGBT, kalau itu benar ada.

Dengarkan ocehan Ulil,
“Sekali lagi saya ulang: Jika benar Tuhan mengazab Sodom karena LGBT, kenapa Dia tak mengazab negeri2 yg menolerir LGBT sekarang? Kenapa”

Demikian kicau Ulil di twitter, 8 Februari 2016. [http://www.jurnalmuslim.com/2016/02/keterlaluan-ulil-tantang-allah-untuk-mengadzab-negeri-yang-menolerir-lgbt.html]

Ucapan Ulil ini amat mengerikan bagi kita semua. Kita takut jangan sampai ulah satu orang ini, akhirnya kita mendapatkan musibah yang merata. Laa haula wala quwwata illa billah.

Ucapan Ulil ini merupakan ucapan kekafiran, karena telah mendustakan dan meragukan sejumlah ayat-ayat yang shorih (nyata) bahwa kaum Luth diadzab (disiksa) oleh Allah karena perbuatan mesum ‘homoseksual’ yang mereka legalkan dan gandrungi.

  • Kaum Luth Mendustakan Para Nabi dan Rasul

Liwath alias homoseksual merupakan dosa besar yang telah diharamkan dalam seluruh syariat para nabi dan rasul yang pernah diutus oleh Allah -Tabaroka wa Ta’ala- ke muka bumi. Liwath termasuk ummul khoba’its (induk perbuatan keji dan jorok), pengharamannya telah dijelaskan sejak dahulu kala.

Oleh karena itu, ketika Luth datang membawa syariat yang mengharamkan liwath (homo), lalu didustakan oleh kaumnya, maka Allah -Tabaroka wa Ta’ala- berfirman,

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ (160) إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ (161) إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ (162) فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ (163) وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ (164) أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ (165) وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ (166) قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا لُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِينَ (167) قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُمْ مِنَ الْقَالِينَ (168) رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ (169) فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ أَجْمَعِينَ (170) إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ (171) ثُمَّ دَمَّرْنَا الْآخَرِينَ (172) وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ (173) إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ (174) وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (175) [الشعراء : 160 – 175]

Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul. Ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa?” Sesungguhnya Aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.  Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.  Dan Aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam. Mengapa kalian mendatangi jenis lelaki di antara manusia. Dan kalian tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk kalian, bahkan kalian adalah orang-orang yang melampaui batas”. Mereka menjawab: “Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.”  Luth berkata: “Sesungguhnya Aku sangat benci kepada perbuatanmu”.  (Luth berdoa): “Ya Tuhanku selamatkanlah Aku beserta pengikutku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan”.  Lalu Kami selamatkan ia beserta pengikutnya semua, kecuali seorang perempuan tua (isterinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.  Sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Dan Sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (QS. Asy-Syu’araa’ : 160-175)

Mendustakan haramnya homoseksual yang diterangkan oleh Nabi Luth, sama saja mendustakan para nabi dan rasul, karena dosa yang satu ini telah mereka haramkan sampai kepada Nabi yang terakhir, Nabi Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam-.

Dalam seluruh syariat, manusia diperintahkan mengawini lawan jenisnya, bukan sesama jenisnya. Wallahu A’lam.

Para pembaca yang budiman, inilah goresan nasihat yang kami ingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar menjadi pengingat bagi yang lupa, ancaman bagi para pelaku homoseksual, dan pelepas tanggung jawab dari pundak orang-orang berilmu.

Semoga dengan nasihat ringkas ini, Allah -Tabaroka wa Ta’ala- memberikan kebaikan bagi kaum muslimin atau manusia pada umumnya serta menjadi sebab Allah -Azza wa Jalla- menghindarkan kita dari adzab-Nya yang pedih.

Allah -Ta’ala- berfirman,

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (25) [الأنفال : 25]

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfaal : 25)

Terlebih lagi di zaman kita ini, para pelaku homoseksual dan pejuang LGBT mulai berusaha menghalalkan homoseksual, menantang ulama yang melarang dan mengecam mereka, terang-terangan dalam melakukan perbuatan tabu ‘homoseksual’ seiiring dengan usaha mereka mendapatkan legalitas dari pemerintah, mengolok-olok orang menasihatinya, mulai lancang meminta siksaan, sebagaimana pernyataan konyol dan lancang dari Ulil tersebut di atas.

(1) Lihat wilayahnya dalam Google Maps : https://www.google.co.id/maps/dir/Arvot+HaYarden/Laut+Mati/@31.837788,35.1845404,10z/data=!3m1!4b1!4m13!4m12!1m5!1m1!1s0x151cc21539e00bab:0xc6d0558ce013f395!2m2!1d35.4562795!2d32.1159945!1m5!1m1!1s0x15033c2eaf9fbba1:0xf38cff48a0c15882!2m2!1d35.4731895!2d31.5590287?hl=id

Artikel di Kategori ini :

  1. Artikel Tentang Maulid
  2. Amrozi cs, Mati Syahidkah?
  3. Pendusta Ulung
  4. Bahaya Kebebasan Berpikir
  5. Al-Qur’an Kalamullah, bukan Makhluk !!
  6. Hukum Menjadikan Sumpah sebagai Kebiasaan
  7. Penduduk Surga
  8. Perselisihan Umatku adalah Rahmat
  9. Fatwa Ulama Besar Seputar Maulid
  10. Meraih Kemuliaan Hidup dengan Tauhid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *